Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk menunjukkan peran aktifnya dalam bermasyarakat. Untuk itu mahasiswa KKN diharapkan berupaya maksimal mendapingi masyarakat dalam melaksanakan pembangunan. "Termasuk di dalamnya membantu perencanaan pembangunan daerah," kata Bupati Jepara Drs. Hendro Martojo, MM. Hal ini dia sampaikan ketika menerima penempatan KKN dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, di Jepara. Penerimaan berlangsung di Pendopo Kabupaten Jepara, Kamis (21/1).
Acara ini dihadiri Asisten Pemerintahan Mulyaji, SH, MH, Kabag Tata Pemerintah Drs. Pursanto, M.Si, Kabag Kesmas Drs. A Junaidi, M.Si, dan para camat. sedangkan pihak Undip diwakili Dr. Ir Wayan Sukarya Dilaga, M.Si ., Sekretaris LPPM (Lembaga Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat).
"Jadikan desa tempat Anda KKN sebagai kampus besar untuk terus belajar dan mengabdi," kata bupati. Terkait kondisi beberapa titik lokasi KKN yang saat ini sedang rawan bencana, terutama banjir, bupati berharap peserta KKN bisa menjadi solusi positif. "Berilah solusi dan saran kepada masyarakat cara penanggulangan banjir tersebut," kata Hendro. Sebagai orang yang terdidik mereka hendaknya bisa melakukan transfer pengetahuan kepada masyarakat.
Menurut Wayan Sukarya, KKN di Jepara kali ini diikuti 506 mahasiswa. Mahasiswa dari universitas ternama di Jawa Tengah tersebut, akan ditempatkan di empat kecamatan, yaitu Kecamatan Pecangan (126), Welahan (127), Kalinyamatan (126), dan Mayong (127). (Budi Pras)



