Persijap Jepara berhasil mengakhiri putaran pertama liga super dengan hasil manis. Dijamu Persija Jakarta di stadion Lebak Bulus, Sabtu malam (30/1), Evaldo cs. berhasil membawa pulang satu poin usai bermain dengan skor kacamata. Hasil ini menempatkan Persijap aman di posisi tiga belas papan klasemen pada pertengahan musim. Nilai 22 yang dikumpulkan, sebenarnya sama dengan PSPS Pekanbaru, Persik Kediri, dan Persebaya Surabaya yang menempati rangking sepuluh sampai dengan dua belas. Namun Laskar Kalinyamat kalah selisih gol.
Tampil di bawah rintik hujan ibu kota, Persijap tak gagap menghadapi gempuran tuan rumah. Meski anak asuh Benny Dollo menguasai jalannya pertandingan, mereka harus frustrasi dengan kokohnya pertahanan Persijap yang diisi Evaldo, Ferly La’ala, dan Ahmad Mahrus Bahtiar. Apalagi, penjaga gawang Danang Wihatmoko tampil sempurna. Tidak terhitung berapa kali dia menjinakkan tendangan-tendangan pemain tuan rumah, termasuk beberapa kali percobaan Aliyudin, Bambang Pamungkas, dan M. Ilham. Pria asal Desa Balong ini bahkan layak dinobatkan sebagai man of the match.
Pada sisi lain, Persijap yang sesekali melakukaan counter attack melalui Pablo Frances dan Johan Juansyah juga beberapa kali membahayakan gawang M. Yasir Samsudin. Namun hingga wasit Oki Dwi Putra senjaya meniup peluit tanda pertandingan berakhir, kedua tim gagal mencetak gol.
“Anak-anak bermain luar biasa meski harus bermain di kandang lawan,” kata Ketua Umum Persijap H. Ahmad Marzuqi yang menunggui perjuangan pemainnya dari bench di pinggir lapangan. Wakil bupati Jepara ini hanya berkomintar singkat terkait kebanggaannya atas hasil yang diraih Laskar Kalinyamat.
Meski hanya memetik satu poin, hasil ini mampu menjadi pengobat pengorbanan ratusan Persijap mania yang bertandang ke Jakarta. Puluhan di antaranyaa bahkan mengalami nasib buruk saat dicegat dan diserang di Semarang, sehingga banyak yang mengalami luka parah dan luka ringan.



