Tuesday, Sep 07th

Last update:12:51:06 AM GMT

  •  
  •  
You are here: Home

Johor Bahru ingin Kerjasama Lebih Intens

E-mail Print PDF

Bakat alami masyarakat Jepara dalam kerajinan ukir merupkan sebuah anugerah dari Tuhan yang tidak dipunyai oleh daerah lain, bahkan dunia. Terbukti ukiraan Jepara yang telah mendunia sampai saat ini masih selalu dicari dan didatangi masayarakat dunia baik untuk memebeli ukiran, belajar mengukir, bahkan berbisnis furniture. Tercatat ada sekitar 235 orang asing di Jepara, baik sebagai investor maupun tenaga kerja yang mendiami kota kelahiran RA. Kartini. Selain itu kota Jepara memang menjadi tujuan utama kerja maupun study banding bagi dunia furniture, baik dari benua Asia sendiri, Eropa, maupun Australia, bahkan Afrika. Penegasan ini disampaikan Sekda Jepara yang mewakili Bupati Jepara saat menyambut kedatangan rombongan Delegasi Pemerintah Negeri Johor Bahru Malaysia di pendopo Kabupten Jepara, Sabtu (06/02).

Di hadapan rombongan besar delegasi Negeri Johor Bahru yang terdiri dari unsur pemerintahan, pengusaha, dan Konsulat Jendral RI di Johor Bahru, Sholih mengaskan bahwa ukiran sudah menjadi nafas kehidupan warga Jepara. Jumlah pengusaha ada 13.287 orang, dimana 6.090 di antaranya bergerak di bidang furniture atau mebel ukir. Demikian halnya dengan tenaga kerja yang keseluruhan jumlahnya 102.728 orang dengan nilai usaha mencapai Rp. 2,5 triliun, separuhnya bergerak di bidang ukiran yang kini telah diekspor ke 99 negara di dunia.

Delegasi Negeri Johor yang dipimpin langsung Pengurus Jawatan Kuasa Pembangunan Usahawan dan Koperasi, Pelajaran, dan Pengajian Tinggi Negeri Johor, Datuk Maulizan Bin Bujang didampingi Konsulat Jenderal RI Johor Bahru, Nurwin Anwar menegaskan bahwa kedatangan ini adalah untuk menjalin kerjasama di antara kedua belah pihak. Jepara menurutnya sudah sangat terkenal di Malaysia, utamanya dalam industri ukir dan furniture. Hal inlah yang menumbuhkan minat untuk mengembangkan networking, apalagi di negerinya akan dibangun sebuah kawasan industri yang letaknya strategis untuk lintas perdagangan dunia. Di samping itu juga untuk menjajaki kemungkinan adanya peluang ekonomi baru yang dapat saling menguntungkan kedua belah pihak.

Para pengusaha  dan pengrajin Jepara ikut menyambut rombongan. Mereka tergabung dalam Asmindo, HPKJ, pengusaha Tenun Ikat Troso, dan oasisiasi profesi lain. Pada dasarnya kedua belah pihak sepakat mengembangkan hubungan dan kerjasama kedepan dengan saling menghormati dan menjunjung tinggi etika berdagang yang positif. Kejadian masa lalu yang dialami para pengusaha Indonesia maupun Malaysia yang negatif hendaknya dikubur dalam-dalam dan mulai dengan lembaran kerjasama yang baru yang saling menguntungkan dan sehat.  Kunjungan kerja kali ini diakhiri dengan kunjungan ke lokasi sentra patung Mulyoharjo, Pantai Kartini, dan Sentra Tenun Ikat Troso serta diakhiri dengan pelepasan sekaligus makan siang di Peringgitan Pendopo Kabupaten Jepara. ( Humas/SB).

Add comment


Security code
Refresh