Membaiknya kondisi cuaca di Jepara dua hari terakhir membawa berkah bagi mereka yang memiliki keperluan berlayar Jepara - Karimunjawa. Setelah tertunda sepuluh hari, Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Muria, akhirnya kembali berlayar. Kapal yang rutin melayani jalur pelayaran Jepara - Karimunjawa, berangkat dari pelabuhan pantai kartini pada Sabtu pagi (23/1).
"Kami telah mengantongi izin berlayar dari Kantor Pelabuhan Jepara. Ketinggian gelombang jalur ini sudah turun menjadi kurang dari satu meter sehingga aman untuk pelayaran," kata Manajer Operasi dan Pemeliharaan PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Banag Jepara Leo Yuliansyah.
Bersama sejumlah stafnya, Leo nampak sibuk mempersiapkan pemberangkatan KMP Muria di dermaga Pantai Kartini.
Saat bertolak dari Jepara, KMP Muria mengangkut 2O ton barang, enam unit kendaraan roda empat termasuk sebuah truk, dan belasan sepeda motor. "Sedangkan jumlah penumpang sebanyak 103 orang," katanya sesaat setelah kapal berangkat. Mayoritas barang yang diankut adalah raskin untuk warga Karimunjawa dan sembako milik para pedagang. Jumlah penumpang ini sendiri jauh dari kapasitas maksimal kapal yang mencapai 250 seat.
Dari jadwal jam sembilan pagi, KMP Muria berangkat terlambat belasan menit karena harus menunggu beberapa penumpang yang datang terlambat.


